Sabtu, 27 Oktober 2012

Pengertian, ciri-ciri paragraf deskripsi



1.      Hakikat Menulis Paragraf Deskripsi
Pembelajaran menulis pada hakekatnya adalah suatu pembelajaran tentang bagaimana seseorang mengekspresikan ide dan perasaannya lewat media tulisan. Melalui kegiatan menulis, seseorang juga bisa mengemukakan keperluannya, bisa merekam pikiran-pikirannya mengenai hal-hal yang penting atau kegiatan-kegiatan yang sifatnya pribadi dalam hidup mereka. Bahkan, menulis juga bisa dijadikan hiburan, dimana seseorang bisa mengkomunikasikan perasaan dan idenya kepada orang lain melalui media dan bentuk yang beragam, seperti surat, otobiografi, cerita, dan esai.
Terdapat banyak jenis karangan atau tulisan, seperti tulisan naratif, deskriptif, argumentatif, persuasif, dengan berbagai kelasnya, seperti klasifikasi, perbandingan, sebab akibat, dan lain-lain. Seluruh jenis tulisan tersebut harus dikuasai oleh mahasiswa dimana mereka diharapkan mampu menunjukkan penguasaan akan jenis-jenis tulisan termasuk komponen kebahasaan lainnya. Dengan demikian, kemampuan mahasiswa untuk mengungkapkan ide dan perasaan mereka akan bisa tersampaikan secara efektif kepada pembacanya.
Menulis adalah kegiatan menuangkan ide, gagasan, konsep, pikiran, ataupun imaginasi ke dalam bentuk tulis (cetak). Sebagai salah satu aspek keterampilan berbahasa, menulis merupakan aspek yang paling sulit di antara keterampilan lainnya, seperti mendengarkan, berbicara, dan membaca. Pada kegiatan menulis, siswa dituntut mencurahkan segala pengetahuan dan kemampuan lainnya untuk dapat menghasilkan sebuah “tulisan”. Tulisan yang baik umumnya dihasilkan oleh orang gemar membaca, berwawasan luas, banyak mendengarkan segala sesuatu, dan mempunyai kemampuan berpikir yang baik. Leonhardt (2005:103) berpendapat bahwa kebiasaan membaca sangat penting bagi keberhasilan menulis.
Tulisan yang baik memiliki alur, isi, dan kebahasaannya yang baik. Dari segi alur, tulisan yang baik mempunyai alur berpikir yang urut, dan berkesinambungan. Dari segi isi, tulisan yang baik memuat informasi yang benar-benar akurat dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dan dari segi kebahasaan, karangan yang baik menggunakan ejaan yang benar, diksi yang variatif, kalimat yang efektif, dan paragraf yang padu.
Deskripsi adalah bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu obyek atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga obyek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca, seakan-akan para pembaca melihat sendiri obyek itu (Keraf 1995:16). Deskripsi memberi satu citra mental mengenai sesuatu hal yang dialami, misalnya pemandangan, orang atau sensasi.
Fungsi utama dari deskripsi adalah membuat para pembacanya melihat barang-barang atau obyeknya, atau menyerap kualitas khas dari barang-barang itu. Deskripsi membuat kita melihat yaitu membuat visualisasi mengenai obyeknya, atau dengan kata lain deskripsi memusatkan uraiannya pada penampakan barang. Dalam deskripsi kita melihat obyek garapan secara hidup dan konkrit, kita melihat obyek secara bulat.
Misalnya kita akan membuat deskripsi tentang sebuah rumah, diharapkan menyajukan banyak penampilan individual dan karakteristik dari rumah itu, dan beberapa aspek yang dapat dianalisis seperti : besarnya, materi konstruksinya, dan rancangan arsitekturnya. Demikian pula deskripsi suatu daerah pedesaan kurang bertalian dengan ciri-ciri studi topografis, tetapi lebih terfokus pada macam-macam keistimewaan umum, dan suasana lokal yang menarik. Karena sasaran yang dituju adalah memberi perhatian pada penampilan yang khas dari obyeknya. Deskripsi lebih memberikan citra yang menarik mengenai objek itu. Deskripsi banyak kaitannya dengan hubungan pancaindera dan pencitraan, maka banyak tulisan deskripsi di klasifikasikan sebagai tulisan kreatif.
Tujuan menulis deskripsi adalah membuat para pembaca menyadari dengan hidup apa yang diserap penulis melalui pancaindera, merangsang perasaan pembaca mengenai apa yang digambarkannya, menyajikan suatu kualitas pengalaman langsung. Objek yang dideskipsikan mungkin sesuatu yang bisa ditangkap dengan pancaindera kita, sebuah pemandangan alam, jalan-jalan kota, tikus-tikus selokan atau kuda balapan, wajah seseorang yang cantik molek, atau seseorang yang putus asa, alunan musik atau gelegar guntur, dan sebagainya.
            4.1 Pengertian Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan pengalaman semua pancaindra dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Tujuan dari paragraf ini adalah untuk memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga pembaca seakan-akan ikut melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami apa yang dideskripsikan.
Contoh:
            Taman itu juga dihiasi beberapa patung bangau putih. Patung-patung itu terlihat sangat unik. Di tengah taman terdapat kolam. Di tengah kolam terdapat air mancur. Aneka mainan anak-anak turut melengkapi Taman Wisata Kaliurang.
Paragraf deskripsi merupakan penggambaran suatu keadaan dengan kalimat-kalimat, sehingga menimbulkan kesan yang hidup. Penggambaran atau lukisan itu harus disajikan sehidup-hidupnya, sehingga apa yang dilukiskan itu hidup di dalam angan-angan pembaca. Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat. Paragraf hanya terdiri dari satu tema. Paragraf bukan satu kalimat, tetapi beberapa kalimat yang memiliki satu pokok pikiran. Pokok pikiran dalam paragraf didukung oleh adanya kesatuan arti yang bersumber dari beberapa kalimat. Jadi, paragraf bukan kumpulan dari beberapa kalimat yang tidak memiliki kesatuan arti (Anwar Hasnun, 2006:25).
Unsur-unsur paragraf deskripsi dalam hal ini berarti bagian-bagian yang membangun paragraf deskripsi. Unsur iitu jugalah yang sekaligus menjadi patokan penilaian suatu paragraf deskripsi, apakah paragraf yang ditulis itu sempurna atau tidak. Wandono dalam Siburian (2010:18) mengemukakan unsur-unsur paragraf deskripsi berikut ini.
1). Isi
Dalam paragraf deskripsi, isi merupakan aspek penilaian. Isi mencakup topik dan urutan pengembangannya. Sebuah topik dapat bersumber dari pengalaman, pengetahuan, imajinasi, pendapat dan keyakinan, fakta. Jadi paragraph tersebut mungkin menyajikan pendapat, keyakinan, fakta, pendapat sikap, tanggapan, imajinasi, ramalan, dan sebagainya. Sebuah topik dalam paragraf dirumuskan lagi ke dalam sub topik sehingga terbentuk kerangka yang baik, atau urutan pengembangannya dalam sebuah paragraf.
Isi paragraf yang baik harus memeprlihatkan urutan pengembangan yang cukup mendetail, serta disusun dengan cermat dan logis. Dengan demikian, susunan paragraf menjadi teratur dan penulis tidak keluar dari sasaran yang telah dirumuskan.
2). Dalam sebuah paragraf organisasi isi perlu diperhatikan. Organisasi isi dalam paragraf adalah mengolah bahan, mengaturnya, mengembangkannya serta menyusunya dalam struktur yang logis. Organisasi isi yang baik harus memperhatikan kohesi dan koherensi. Kohesi dapat terlihat melalui penyusunan atau hubungan kalimat yang logis. Hubungan pikiran-pikiran yang ada dalam paragraph menjadi satu padu, utuh dan kompak. Kepaduan ini dapat dibangun melalui kata penghubung, kata ganti dan kata kunci (pengulangan kata yang dipentingkan). Koherensi terlihat apabila kalimat yang satu dengan yang alin jelas menunjukkan hubungan timbale balik yang logis serta secara jelas membahas satu gagasan utama.
3). Diksi/ Pilihan Kata
Dalam paragraf deskripsi, diksi membuat karangan lebih menarik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:264), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaanya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).
Agar usaha mendayagunakan teknik penceritaan yang menarik lewat pilihan kata maka diksi yang baik harus (1) tepat memilih kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamatkan, (2) seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembacanya, (3) pilihan kata yang tepat adan sesuai hanya mungkin kalau ia menguasai sejumlah besar kosa kata (pembendaharaan kata).
            4). Impresionisme
Paragraf deskripsi impresionisme memperlihatkan dua hal. Pertama adanya objek yang dilukiskan. Objek yang dilukiskan itu bersumber daari pengalaman, penamatan, imajinasi, dan sebagainya. Dalam paragraf deskripsi pelukisan sebuah objek harus menarik perhatian, sehingga benar-benar dapat dilihat, didengar, dibaca dan dirasakan oleh pembaca.
Kedua, adanya rincian terhadap objek yang dilukiskan. Rincian tersebut dapat berupa ciri atau detail-detail sebuah objek. Objek yang dilukiskan dai rincian tersebut akan memperlihatkan sebuah paragraf deskripsi yang menarik. Dengan demikian sebuah karangan deskripsi dapat memenuhi keberadaanya sebagai sebuah paragraf deskripsi yang khas.
Jadi, jelaslah bahwa sesuatu (objek) yang ingin dilukiskan haruslah memiliki rincian yang dipandang menonjol mengenai objek itu. Rincian terhadap objek tersebut juga dapat membedakan antara objek yang dilukiskan dengan objek lainnya. Dengan demikian paragraf deskripsi tersebut akan terlihat menarik.
Dalam penelitian ini, penilaian paragraf deskripsi menggunakan unsur-unsur di atas sebagai deskriptor yang kemudian dikembangkan menjadi indikator. Dengan indikator tersebut, maka data kemampuan menulis paragraf deskripsi dapat diukur.
              4.2  Macam-macam Paragraf Deskripsi
                  Secara umum, paragraf deskripsi dibedakan atas dua macam, yaitu :
1)      Paragraf deskripsi spasial adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.
Contoh :
Malam gelap gulita di hulu sungai Brantas. Ketahuan. Sebentar-sebentar hiruk pikuk  yang tiada berketentuan itu menjadi satu dengan gegap gempita yang mendasyatkan dan mengecilkan hati, pertanda seorang raja rimbah alah jatuh ke tanah untuk selama-lamanya.
Ramai peperangan di rimba itu dan rupanya tak akan berhenti. Tak ada kasihan- mengasihani, yang rebah tinggal rebah, tak akan ada yang mengangkatnya.
Sekali-kali terang cuaca hutan belantara itu, seperti diserang api. Tetapi kenyataanya dalam sekejap mata hilangnya cahaya yang berani menyerbukan dirinya ke tengah peperangan itu, dimusnakan oleh musuh lamnya “raja gulita”.
2)      Paragraf deskripsi objektif adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang  dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya. Agar suatu objek mampu membangkitkan daya khayal pada diri pembaca, penulis harus melukiskannya dari berbagai sudut pandang. Semakin rinci penulisannya, semakin jelas tergambar dalam bayangan pembaca.
            Apabila objek yang dilukiskan itu adalah seseorang, perinciannya dapat dilakukan terhadap aspek fisik maupun aspek rohaninya. Aspek rohani meliputi perasaan, watak, bakat, peranannya dalam suatu bidang kerja dsb
Contoh:
            Di sudut dekat pintu duduk seorang laki-laki. Namanya Paijo. Dia memakai celana pendek dan baju kaos yang telah sobek-sobek, yang melukiskan kemelaratan dan kemiskinan yang sehari-hari dideritanya. Pada dadanya yang bidang dan berisi, lengannya yang kukuh penuh urat dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya.
Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh rintangan dan duri.
4.3   Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi
1.      Menggambarkan atau melukiskan sesuatu
2.      Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan indera
3.      Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri
4.      Pola Pengembangan
5.      Pola pengembangan spasial yaitu pola pengembangan paragraf yang didasarkan ruang dan waktu
6.      Pola pengembangan sudut pandang atau objektif adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan tempat dan posisi seorang penulis dalam melihat sesuatu
  4.4    Langkah-langkah Menulis Paragraf Deskripsi
        Langkah-langkah dalam menulis paragraf deskripsi adalah: (1) menentukan tema;(2) menetapkan tujuan penulisan; (3) mengumpulkan bahan; (4) membuat kerangka karangan; (5) mengembangkan kerangka karangan; dan (6) merevisi karangan.
Langkah yang pertama adalah menentukan tema. Pada kegiatan iniyang mula-mula dilakukan jika akan menulis suatu karangan ialahmenentukan tema. Hal ini berarti bahwa harus ditentukan apa yang dibahasdalam tulisan. Tema adalah gagasan pokok yang hendak disampaikan didalam penulisan. Gagasan atau ide pokok dapat diperoleh dari pengalaman,  hasil penelitian, beberapa sumber, pendapat, dan pengamatan. Pernyataan tema mungkin saja sama dengan judul, tetapi mungkin juga tidak.
Langkah kedua adalah menetapkan tujuan penulisan. Pada langkah ini setiap penulis harus mengungkapkan dengan jelas tujuan penulisan yang akan dilaksanakannya. Perumusan tujuan penulisan sangat penting dan harusditentukan lebih dahulu karena hal ini merupakan titik tolak dalam seluruhkegiatan menulis selanjutnya. Dengan menentukan tujuan penulisan, akandiketahui apa yang harus dilakukan pada tahap penulisan. Kita akan tahu bahan-bahan yang diperlukan, macam organisasi karangan yang akanditerapkan, atau mungkin sudut pandang yang akan dipilih. Tujuan merupakan penentu yang pokok dan akan mengarahkan serta membatasi karangan.Kesadaran mengenai tujuan selama proses penulisan akan menjaga keutuhantulisan.
Langkah ketiga adalah mengumpulkan bahan. Pada waktu memilihdan membatasi topik kita hendaknya sudah memperkirakan kemungkinan mendapatkan bahan. Dengan membatasi topik, maka kita pun sebetulnya telahmemusatkan perhatian pada topik yang terbatas itu, serta mengumpulkan bahan yang khusus pula. Bahan penulisan ini dapat dikumpulkan pada tahap prapenulisan dan dapat pula pada waktu penulisan berlangsung. Untuk masalah kecil yang tujuannya sudah jelas dalam pikiran kita penetapan danpengumpulan bahan dapat dilakukan pada waktu penulisan.
Langkah keempat adalah membuat kerangka karangan. Agarorganisasi karangan dapat ditentukan, sebelumnya kita harus menyusun kerangka karangan. Menyusun kerangka karangan merupakan satu cara untuk menyusun suatu rangkaian yang jelas dan terstruktur yang teratur darikarangan yang akan ditulis. Kerangka karangan merupakan suatu rencanakerja yang dapat digunakan sebagai garis besarnya dalam mengarang. Kerangka karangan juga menjamin penulis dalam ide secara logis dan teratur. Penyusunan kerangka karangan sangat dianjurkan karena akan menghindarkanpenulis dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi.
            Kegunaan kerangka karangan bagi penulis adalah (a) kerangkakarangan dapat ulis menyusun karangan secara teratur dan tidak membahas satu gagasan dua kali serta dapat mencegah penulis keluar darisasaran yang sudah dirumuskan dalam topik atau judul; (b) sebuah kerangkakarangan memperlihatkan bagian-bagian pokok karangan serta memberikemungkinan bagi perluasan bagian-bagian tersebut. Hal ini akan membantupenulis menciptakan suasana yang berbeda-beda, sesuai dengan variasi yangdiinginkan; dan (c) sebuah kerangka karangan akan memperlihatkan kepadapenulis bahan-bahan atau materi apa yang diperlukan dalam pembahasan yangakan ditulisnya nanti.
Langkah yang kelima adalah mengembangkan kerangka karangan. Pada langkah ini penulis mengembangkan kerangka karangan menjadi suatukarangan atau tulisan yang utuh.
           Dan langkah yang terakhir adalah merevisikarangan. Pada langkah ini meneliti secara meyeluruh mengenai ejaan.

2 komentar:

  1. more info : www.marketglory.com/strategygame/willbeedone

    BalasHapus
  2. terimakasih ka2k buat postingannya..
    copi dikit ea,, buat ngerjakan tugas,,
    terimakasih..

    BalasHapus